Dewi Senja

dewi senja 2

Kau terbangun ..

ini memang sudah waktu mu

perlahan kau lihat atap

senyap, penat, sepi, seperti hari yang lalu

bertahan untuk mimpi di malam ini

 

Sayap putih mulai mekar di balik bahu mungil mu

suara kepak sayap itu tanda kau memang sang Dewi

yang sudah tersadar dari ruang hidupnya

ruang akhir di ujung penantian

akan kasih yang sejukkan hati

 

Continue reading

Kisah Seorang Dewa

dewa2.jpg.scaled600

Ini adalah kisah ku, kisah seorang dewa

aku adalah Hypnos sang dewa mimpi

satu dari dua penguasa tunggal dunia bawah

Zeus memerintahkan ku untuk menjemput engkau ke gunung Olympus

tempat yang hanya bisa dimasuki oleh para dewa terpilih

 

Kau tak perlu sungkan pada Hera, karena dialah yang mengundang mu ke sini

cahaya Apollo akan menyinari langkah mu jika kau bersedia datang

Nyx dan Erebus pun menyingkir hanya untuk dirimu di malam ini

mereka semua tersenyum ramah pada mu

karena di gunung suci inilah kau bidadari yang paling istimewa

Continue reading

Kamu..

Kamu...jpg.scaled600

Kamu adalah rintik – rintik hujan yang mendinginkan tubuh ini

Kamu adalah mata dengan dua bintang putih

Kamu adalah jiwa yang mencuri jantung ku

Kamu adalah buku cerita yang aku baca setiap hari

Kamu adalah lukisan yang ku gambar dengan kuas pelangi

Kamu adalah nyanyian para penduduk surga

Kamu adalah setitik embun ketika raga ini haus

Kamu adalah salju yang ku lihat di sore hari

Continue reading

Uniknya komunitas pecinta Jepang dibandingkan dengan ‘komunitas tetangga’

I_love_Japan_by_ChibiRat3019.jpg.scaled600

Kadang saya berpikir bahwa acara – acara seperti Hellofest, Cos-Gath, J-Fest, Bunkasai, Japan Matsuri, Gelar Jepang UI dsb, adalah sarana penyeimbang yang bisa memberikan kesan ‘strike back‘ plus alat kejut untuk KIMCHI (Korean idols music concert hosted in Indonesia), untuk menyadarkan mereka bahwa masih banyak komunitas – komunitas jejepangan yang tetap hidup dan masih exist ditengah serbuan Hallyu Wave yang tidak jelas ini.

Ngomong – ngomong soal Hallyu Wave, semoga Tuhan mengembalikan mereka ke jalan yang benar..

Komunitas – komunitas pecinta Jepang seperti ini adalah komunitas – komunitas yang umumnya sudah kuat, terorganisir, punya warna yang khas (saling berbeda) dan gampang diterima. Ibarat kata, mereka sudah memiliki ‘akar’ yang kuat, karena saking banyaknya segi – segi di komunitas ini yang memungkinkan kita untuk menyukai semua keunikan tentang Jepang. Sebagai contoh : Japanese Culture (Bahasa Jepang, Ikebana, Ohanami, Attitude of work / seni beladiri eg, Kendo, Karate, Aikido, Kempo, / sejarah eg, benteng Edo, Kinkakuji, Tokyou Tower), Cosplay (Anime Base, Gothic, Original, Lolita, Harajuku), Tokusatsu (all about Kamen Rider, Ultraman, Metal Hero), J-music (L’Arc~en~Ciel, Gackt, Luna Sea, DIR EN GREY dsb), Dorama (Japanese Film and Drama), Makanan (restoran Jepang kaya Sushi, Yakiniku, Bento, Unagi, Yakimeshi dsb), Industries (perusahaan asal Jepang, mobil, motor, farmasi, konsultan), Manga (banyak), Anime (lebih buanyak lagi). Nah, pertanyaannya, Anda menyukai Jepang karena apa ? karena siapa ? dari mana ? Jawabannya pasti tidak jauh – jauh dari apa yang sudah saya sebutkan diatas bukan ?

Continue reading